Prinsip kerja dasarnya adalah menggunakan motor untuk menggerakkan impeller agar berputar, menghasilkan gaya sentrifugal untuk menghisap dan mengeluarkan cairan serta partikel padat di dalamnya dari badan pompa. Berikut ini adalah penjelasan rinci mengenai prinsip kerjanya:
Pompa lumpur submersible Prinsip kerja:
- Penggerak motor: pompa lumpur submersible menggunakan motor listrik sebagai sumber penggerak. Motor yang digunakan umumnya adalah motor induksi kandang tupai, yang memiliki daya tahan dan keandalan tinggi. Motor digerakkan oleh sumber daya listrik dan berputar untuk menggerakkan impeller di dalam badan pompa.
- Rotasi impeller menghasilkan gaya sentrifugal: impeller di dalam badan pompa berputar di bawah penggerak motor. Melalui rotasi impeller, gaya sentrifugal dihasilkan di dalam pompa, menarik cairan dan partikel padat di dalamnya ke dalam badan pompa.
- Aliran cairan dan partikel padat: gaya sentrifugal akan mendorong cairan dan partikel padat ke saluran pembuangan pompa. Dengan saluran aliran yang lebar dan struktur impeller khusus yang dirancang pada pompa, partikel padat dapat melewati dengan mudah untuk menghindari penyumbatan pada badan pompa.
- Pembuangan cairan: Saat cairan mengalir melalui impeller, energi kinetik diubah menjadi laju aliran cairan, dan cairan dikeluarkan melalui pipa pembuangan pompa untuk menyelesaikan pembuangan limbah atau lumpur.
- Pelindung segel: Untuk memastikan motor tidak bersentuhan dengan limbah, pompa submersible menggunakan sistem segel mekanis yang sangat efisien. Biasanya menggunakan desain segel mekanis ganda, yang dapat secara efektif mencegah cairan masuk ke motor melalui segel, dan melindungi operasi jangka panjang pompa.
Fitur pompa lumpur submersible:
- Motor: motor induksi kandang tupai, isolasi kelas F, tingkat perlindungan IP68.
- Impeller non-obstruksi: Impeller dirancang dengan teori non-obstruksi terbaru, memiliki saluran aliran yang lebar, aliran air yang lancar, mudah melewati kotoran, dan efisiensi tinggi. Semua impeller dikoreksi dengan keseimbangan dinamis dan statis, mengurangi getaran dan kebisingan, operasi yang lancar, dan umur panjang.
- Segel mekanis: fungsi segel mekanis adalah untuk mencegah medium pompa bersentuhan dengan bagian motor, dua segel mekanis yang dipasang secara seri bekerja secara independen, memberikan perlindungan ganda untuk motor.
- Perangkat pemasangan otomatis (peralatan opsional): memudahkan pemasangan, pemeliharaan, dan perbaikan pompa tanpa perlu melepas tangki limbah.
- Detektor kebocoran: detektor kebocoran dipasang di ruang oli, dapat mendeteksi kebocoran akibat penyegelan yang buruk atau kerusakan segel mekanis (kurang dari 15 kW, opsional). Untuk daya 15 kW atau lebih, merupakan peralatan standar. Pompa berdaya tinggi dilengkapi dengan detektor kebocoran di kotak sambungan dan ruang motor, dapat memberikan sinyal peringatan kebocoran dari kotak sambungan dan ruang motor, sehingga sistem kontrol dapat melindungi pompa (peralatan non-standar, untuk daya 132 kW ke atas dapat menjadi opsional).
- Pelindung overheat: di dalam motor, ditambahkan pelindung overheat yang secara otomatis mendeteksi kondisi overload, kenaikan suhu, dan lainnya, untuk mencegah motor overheat akibat kerusakan motor (kurang dari 15 kW opsional, 15 kW atau lebih besar standar). Tambahkan pelindung overheat pada bantalan. Ketika suhu bantalan mencapai suhu pemutusan, pelindung secara otomatis mematikan pasokan listrik, berperan dalam melindungi bantalan (peralatan non-standar, untuk daya 18,5 kW atau lebih dapat dipilih).
- Jaket pendingin air (peralatan opsional): saat pompa beroperasi, tekanan di ruang pompa digunakan untuk membuat cairan terus masuk ke ruang antara jaket pendingin air dan cangkang motor, untuk menghilangkan panas yang dihasilkan oleh motor, sehingga memastikan pompa beroperasi normal pada tingkat air rendah (lebih besar atau sama dengan 18,5 kW dapat dilengkapi dengan opsi).
Pompa lumpur submersible Penggunaan:
- Stasiun pengangkat limbah: digunakan untuk mengangkat limbah domestik atau industri dari tempat yang rendah ke instalasi pengolahan atau sistem pembuangan, untuk memastikan limbah dapat mengalir dengan lancar.
- Pabrik pengolahan limbah domestik: dalam proses pengolahan limbah domestik, digunakan untuk memompa lumpur dan limbah dari fasilitas pengolahan air.
- Sistem drainase tangki septik lantai pertama: digunakan untuk membuang limbah dari tangki septik guna memastikan kebersihan higienis dan lingkungan di kawasan perumahan.
- Sistem pengolahan limbah air pertanian dan peternakan: untuk mengolah limbah air dan limbah yang dihasilkan oleh pertanian dan peternakan, serta membantu membersihkan sumber air di lahan pertanian.
- Sistem pengolahan limbah domestik rumah sakit, sekolah, komunitas, dan lainnya: digunakan untuk mengolah limbah domestik yang dihasilkan oleh rumah sakit, sekolah, dan komunitas, dll., untuk memastikan pembuangan limbah domestik dalam kehidupan sehari-hari.
- Sistem pengolahan air limbah industri untuk pabrik makanan, kertas, pertambangan, tekstil, kulit, kimia, dan lainnya: dalam berbagai proses produksi industri, pompa lumpur terendam digunakan untuk mengolah air limbah produksi, cairan pembersih, dll., untuk membantu mengolah dan mendaur ulang sumber daya air.
- Sistem pengolahan air bersih: digunakan di fasilitas pengolahan air, seperti pabrik air, untuk membantu menghilangkan lumpur dan partikel padat dalam air, guna memastikan kualitas air yang bersih.