Tungku putar dengan tabung tunggal atau ganda untuk pembuatan butiran keramik

Pembuatan tungku putar keramik berdasarkan strukturnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu tipe silinder tunggal dan tipe silinder ganda. Struktur silinder ganda umumnya terdiri dari bagian pemanasan awal dan bagian pembakaran yang disusun secara seri.

Deskripsi

Ringkasan Kiln Putar Serbuk Keramik

Yang disebut “bahan keramik bangunan” merujuk pada tanah liat, abu terbang, shale, lumpur, dan bahan baku lainnya, yang setelah proses penggranulan dan pembakaran pada suhu tinggi membentuk bahan granular ringan dan berpori. Karena beratnya yang ringan, kekuatan tinggi, dan sifat isolasi termal yang baik, bahan ini banyak digunakan dalam bidang konstruksi, perlindungan lingkungan, taman, dan bidang lainnya.
Tungku putar keramik bangunan menggunakan bahan-bahan yang berputar dan bergerak maju di dalam tungku untuk menyelesaikan proses pengeringan, pemanasan awal, dan pembakaran bahan. Tungku ini memiliki kontinuitas yang kuat, kontrol suhu yang stabil, dan efisiensi termal yang tinggi, sehingga menjadi peralatan yang tak tergantikan dan penting dalam produksi butiran keramik modern.

Fitur Kiln Putar

  1. Struktur beragam: dapat dipilih struktur silinder tunggal atau ganda untuk memenuhi kebutuhan kapasitas dan proses yang berbeda.
  2. Efisiensi termal tinggi: melalui optimasi sudut kemiringan silinder dan kecepatan rotasi, meningkatkan efisiensi kontak antara bahan dan aliran udara panas.
  3. Operasi yang lancar: menggunakan bahan tahan panas berdaya tahan tinggi dan sistem pendukung yang rasional untuk memastikan stabilitas dalam operasi suhu tinggi jangka panjang.
  4. Ramah lingkungan: desain sistem pembakaran canggih, dilengkapi dengan sistem pengolahan gas buang yang sempurna, secara efektif mengurangi emisi debu dan gas berbahaya.
  5. Kontrol cerdas: Dilengkapi dengan sistem kontrol otomatis PLC, dapat memantau suhu, tekanan, kecepatan, dan parameter kunci lainnya secara real-time untuk mewujudkan pengelolaan yang presisi.

Keunggulan Rotary Kiln

  1. Hemat energi dan efisien: Mengadopsi sistem kontrol kecepatan konversi frekuensi dan pembakar tipe baru untuk mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi termal.
  2. Multifungsi: Pengeringan, pemanasan awal, dan pemanggangan dilakukan dalam sistem yang sama, tidak memerlukan konfigurasi peralatan tambahan.
  3. Pengendalian polusi yang unggul: Proses operasi dengan tekanan negatif secara efektif mencegah kebocoran gas buang dan memiliki tingkat pemulihan debu yang tinggi.
  4. Tata letak kompak: footprint kecil, peralatan sistem ringan, cocok untuk lini produksi skala kecil hingga menengah atau dengan keterbatasan ruang.
  5. Perawatan mudah: desain peralatan yang ramah pengguna, jendela perawatan, mudah dibersihkan, serta perawatan dan penggantian bagian yang aus.

Prinsip Kerja Kiln Putar

Prinsip inti adalah memutar silinder sehingga material terus berguling dan bergerak perlahan ke depan di bawah aksi kemiringan untuk mewujudkan pertukaran panas dan reaksi. Proses produksi dibagi menjadi langkah-langkah berikut:

  1. Pemberian bahan: butiran basah atau kering yang telah disiapkan masuk ke bagian pemanasan awal melalui saluran di ujung tungku;
  2. Pemanasan dan pengeringan: kelembapan bahan secara bertahap menguap akibat putaran dan gas buang bertekanan tinggi;
  3. Reaksi pemanggangan: bahan masuk ke tungku utama (bagian pemanggangan), dan bahan bakar dibakar di kepala tungku melalui pembakar, melepaskan energi panas yang besar;
  4. Perubahan fisik dan kimia: di zona pemanggangan, bahan mengalami berbagai perubahan seperti dehidrasi, pembentukan busa, oksidasi, dll., membentuk butiran keramik yang keras dan berpori;
  5. Pendinginan pembuangan: produk jadi dikeluarkan dari kepala tungku ke sistem pendinginan;
  6. Pengolahan gas buang: gas buang bertekanan tinggi mengalir balik ke ujung belakang perangkat penghilang debu, setelah melalui proses penyaringan bertahap dan pembuangan.

Bahan Baku untuk Persiapan Butiran Keramik

  1. Pelet lumpur: pengolahan sumber daya lumpur kota, diubah menjadi agregat ringan untuk bangunan;
  2. Butiran keramik abu terbang: penggunaan limbah industri, mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya;
  3. Granul keramik dari shale/tanah liat: bahan alami tradisional, diolah untuk beton ringan;
  4. Tanah terkontaminasi dan terbuang: digunakan untuk remediasi tanah dan pemanfaatan kembali, sekaligus melindungi lingkungan dan menguntungkan ekonomi.

Area Aplikasi Hulu

  1. Bahan bangunan konstruksi: digunakan untuk memproduksi blok beton ringan, panel isolasi termal, dan bahan dinding penahan beban;
  2. Rekayasa kota: digunakan untuk lapisan penyaringan air hujan dan sistem drainase;
  3. Teknik perlindungan lingkungan: digunakan sebagai media penyaringan limbah domestik, media adsorpsi logam berat;
  4. Pemandangan: digunakan untuk penghijauan atap, taman bunga tiga dimensi, dan area lain yang memerlukan bahan pengisi ringan.