Sistem generator diesel maritim untuk pasokan listrik utama atau cadangan

Generator diesel maritim adalah jenis peralatan yang menggunakan mesin diesel sebagai motor utama untuk menggerakkan generator guna menghasilkan listrik, yang secara luas digunakan pada berbagai jenis kapal, termasuk kapal kargo, kapal penumpang, kapal penangkap ikan, kapal tanker minyak, kapal insinyur, kapal perang, dan sebagainya. Perannya adalah menyediakan pasokan listrik yang andal untuk berbagai peralatan di kapal (navigasi, komunikasi, penerangan, fasilitas hidup, dll.) dan sistem listrik.

Deskripsi

Komponen Generator Set Diesel Maritim

  • Mesin Diesel (Unit Daya Utama):

    • Menyediakan energi mekanik untuk generator.
    • Desain empat tak atau dua tak, yang disesuaikan untuk aplikasi maritim.
    • Dinginkan dengan air (sistem pendingin air tawar tertutup atau pendingin air laut langsung).
    • Dilengkapi dengan turbocharger gas buang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.
  • Generator:

    • Mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
    • Biasanya menggunakan alternator sinkron tiga fasa.
    • Desain tahan semprotan garam, kelembaban, dan korosi.
    • Tegangan umum: 400V, 440V, 690V; Frekuensi: 50Hz atau 60Hz.
  • Sistem Kontrol:

    • Memantau dan mengotomatisasi operasi generator.
    • Panel kontrol menampilkan tegangan, arus, frekuensi, tekanan oli, suhu, dll.
    • Pelindungan otomatis: tekanan oli rendah, suhu air tinggi, kecepatan berlebih, beban berlebih, korsleting, dll.
  • Sistem Bahan Bakar:

    • Menyediakan bahan bakar diesel.
    • Termasuk tangki bahan bakar, pompa, filter, dan sistem injeksi tekanan tinggi.
    • Filter ber efisiensi tinggi mencegah kotoran bahan bakar merusak mesin.
  • Sistem Pendingin:

    • Mencegah mesin overheat.
    • Siklus air tawar tertutup atau pendinginan langsung dengan air laut.
    • Kapal besar menggunakan penukar panas untuk mengurangi konsumsi air.
  • Sistem Pelumasan:

    • Mengurangi keausan mesin dan memperpanjang umur pakai.
    • Termasuk tangki oli, pompa, pendingin, dan filter.
    • Peringatan otomatis untuk tekanan dan suhu oli.
  • Sistem Pembuangan:

    • Mengeluarkan gas buang pembakaran diesel.
    • Bahan tahan suhu tinggi; peredam suara mengurangi kebisingan.
    • Pengolahan gas buang (misalnya, SCR) mengurangi emisi NOx untuk kepatuhan lingkungan.
  • Perangkat Redam Getaran:

    • Mengurangi getaran dan kebisingan selama operasi.
    • Koneksi elastis dan bantalan penyerap getaran memastikan operasi yang halus.

Prinsip Kerja

  1. Pembakaran Menghasilkan Energi Mekanik:Mesin diesel menyelesaikan siklus hisap, kompresi, pembakaran, dan buang. Pembakaran diesel menghasilkan gas bertekanan tinggi, mendorong piston dan mengubah energi kimia menjadi energi mekanik.
  2. Menggerakkan Generator untuk Memproduksi Listrik:Poros engkol mesin memutar rotor generator, menghasilkan arus listrik melalui kumparan elektromagnetik saat melintasi medan magnet.
  3. Menghasilkan Energi Listrik:Generator menyalurkan daya AC ke sistem listrik kapal.

Fitur Utama Generator Diesel Maritim

  • Keandalan Tinggi:Desain yang kokoh untuk operasi jangka panjang dengan beban tinggi, memiliki tingkat kegagalan rendah dan biaya perawatan yang rendah.
  • Ketahanan Lingkungan Maritim:Bahan tahan korosi untuk air laut, kelembaban tinggi, dan semprotan garam; konstruksi tahan air, tahan karat, dan tahan garam.
  • Operasi Stabil:Peredam getaran dan penutup kedap suara untuk mengurangi kebisingan dan getaran; tegangan dan frekuensi stabil untuk kestabilan peralatan di kapal.
  • Penghematan Energi & Perlindungan Lingkungan:Sistem common rail bertekanan tinggi, turbocharger, dan pengolahan emisi canggih (SCR, DPF) untuk konsumsi bahan bakar rendah dan emisi yang berkurang.
  • Otomatisasi Tinggi:Auto start/stop, manajemen beban, dan diagnosis/pelindungan kesalahan otomatis untuk keamanan yang ditingkatkan.

Penggunaan Utama

  • Sumber Daya Utama:Memasok daya untuk sistem kapal seperti propulsi, pemanasan ruang kargo, dan fasilitas tempat tinggal awak kapal.
  • Sumber Daya Cadangan:Menyediakan cadangan darurat untuk fungsi-fungsi penting (lampu navigasi, komunikasi) jika terjadi kegagalan sumber daya utama atau sumber daya darat.
  • Sumber Daya Khusus:Mendukung ruang kargo berpendingin, kapal bor, kapal penelitian, dan peralatan khusus lainnya.
  • Pasokan Daya Tambahan:Melengkapi daya darat, menyediakan daya untuk kebutuhan hidup saat berlabuh di pelabuhan.